Teknik Untuk Budidaya Tanaman Sayuran Sawi Hijau

No comment 714 views

Cara budidaya tanaman sayuran sawi hijau.Indonesia merupakan negara yang potensial sekali unutk mengembangkan tanaman sayur-sayuran, Karena negara Indonesia sendiri memiliki tanah yang sangat subur dibanding dengan negara yang lainnya. Di mancanegara Indonesia juga tekenal dengan negara yang kaya akan rempah rempah dan sayurannya dari jaman dahulu.

Menanam sayuran merupakan suatu hal yang paling banyak digemari oleh banyak orang.  Dari banyak jenis tanaman di Indonesia , sayuran sawi lah yang paling sangat mudah untuk di budidayakan. Sayuran sawi menjadi salah satu sayuran yang paling digemari masyarakat Karena rasanya yang enak dan biasanya digunakan untuk campuran membuat mie.

Kandungan gizi yang terdapat di sayuran sawi dapat berfungsi untk menjaga kesehat tubuh kita, diantaranya penyembuh sakit kepala, pemebersih darah, menghilangkan rasa gatal di tenggorokan, dan lain lain.

Sawi hijau memiliki teknik budidaya tanaman sawi yang cukup mudah, hal ini dikarenakan sayuran sawi ini mudah tumbuh subur di berbagai media tanam, dari yang gembur hingga berpasir. untuk memanen sawi dapat dilakukan saat sawi mulai berumur satu bulan dengan cara memotong pada bagian batangnya.

cara budidaya tanaman sayuran sawi hijau

Berikut adalah cara budidaya tanaman sayuran sawi hijau:

1.Pengolahan Tanah.

Penanaman sawi hampir sama dengan penanaman sayuran lainnya. Berikut beberapa teknik  budidaya tanaman sawi. Siapkan media tanam seperti tanah yang bercampur dengan pupuk kendang.Perbandingannya sesuai dengan 2:1:1, campurkan media tersebut kemudian pindahkan ke dalam pot yang sudah disiapkan.

Hal kedua yang akan dilakukan jika kita menggunakan media tanam diluar pt. caranya yaitu lakukan penggemburan tanah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara di dalam tanah. Sebelum digemburkan, tanah harus dibersihkan dahulu dari bebatuan, semak, rumput dan pepohonan. Karena tanaman sayuran sawi akan cepat utmbuh dibawah cahaya matahati secara langsung.

Bila daerah yang akan ditanami memiliki pH asam terlalu rendah maka sebaiknya dilakukan pengapuran. Hal ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasaman pada tanah.

2. Pembenihan

Pembenihan merupakan salah satu factor penentu keberhasilan dalam budidaya tanaman sawi hijau. Karena benih yang bagus akan menghasilkan pertumbuhan yang bagus pula. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan kira-kira sebanyak 750gram benih sawi hijau.  Benih sawi hijau yang harus digunakan yaiktu benih yang harus memiliki kualitas yang baik seperti bentuk bulat kecil, warna kulit kecoklatan hitam, dan permukaannya licin mengkilap.

Tanaman sawi yang akan digunakan untuk menjadi suatu benih harus dipisahkan dengan tanaman yang lainnya.

3. Pembibitan.

Pembibitan dapat dilakukan bebarengan dengan pengolahan tanah. Untuk pembibitan pada cara budidaya sayuran sawi ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu:

  • Rumah bibit

Kita dapat mebuat rumah bibit dengan menggunakan bambu sebagai tiang dan plastic sebagai atap.

  • Penyemaian

Taburkan 2 kg pupuk kendang didalam rumah bibit ditambah 20 kg urea, 10gram Tsp, 7,5gram Kcl. Setelah dua minggu,benih dapat ditabur, kemudian tutpi benih tersebut dengan tanah halus setbal 2 cm dlaam bendengan.

  • Transplanting

Transplanting merupakan proses pengisisan panel semai pada media semai. Bila benih sudah berdaun sekitar 2-3 helai, tanaman sawai dapat dipindahkan ke panel semai. Kemudian simpan panel semai di dalam rumah bibit hingga siap tanam.

4. Penanaman

Sebelum melakukan penanaman sebaiknya lakukan proses pemupukan sendiri pada lahan tanah. Benih yang sudah siap tanam akan ditanam di bendengan yang memiiki lebar 120cm. tinggi bendeng sektar 20-30 cm dan jarak bendeng satu dengan bendeng yang lainnya yaitu 30cm.  jarak tanamnya sekitar 20 x 20 sampai 40x40 cm. pilihlah bibit yang terbaik terlebih dahulu sebelum dipindahkan.

5. Pemeliharaan

Untuk pemelihraannya sendiri ada beberapa proses yaitu:

  • Penyiraman, hala pertama yang harus dilakukan dalam budidaya tanaman sawi hijau adalah penyiraman. Jika musim penghujan maka pengurangan air harus dilakukan. Tepai jika pada musim kemarau maka harus ditambahakan air penyiramannya.penyiraman bisa dilakukan sehari sekali, baik di pagi maupun sore hari.
  • Perajangan, perajangan dilakukan setelah duaminggu penanaman. Biasanya dengan cara mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat dan berdempetan.
  • Penggantian tanaman yang mati dan diserang hama penyakit tanaman. Jika dirasa perlu melakukan penyiangan, pada saat penyiangan laukakn pula penggemburan dan penggundulan tanah.

6. Panen

Pada umur sekitar 40 hari setelah masa semai, tanaman sawi biasanya sudah dapat dipanen, untuk cara memanennya sendiri dilakukakan denagn cara dipotong pada batangnya, mencabut seluruh tanaman atau juga memetik daunnya satu persatu.

 

Naili Azka
Sebenarnya cuma untuk mengisi waktu luang, soalnya saya sendiri suka menulis dan juga menyukai tanaman, jadinya saya mencoba untuk membuat blog hehe. semoga blog jenis tanaman dan berbagai tanaman ini bisa membantu yang lain. :)

Leave a reply "Teknik Untuk Budidaya Tanaman Sayuran Sawi Hijau"