Teknik Dan Cara Budidaya Tanaman Bawang Merah

No comment 2027 views

Bawang merah merupakan tanaman yang paling dibutuhkan sehari – hari. Karena tanaman bawang merah ini identik dengan masakan. Karena kebanyakan masakan di Indonesia khususnya menggunakan bawang merah sebagai bumbu penyedap rasa. Bukan hanya sebagai bumbu penyedap saja, manfaat tanaman bawang merah tentu sangatlah banyak. Oleh sebab itu, kalau kita tidak tau cara maupun teknik budidaya tanaman bawang merah sungguh sesuatu yang sangat merugikan.

Walaupun itu adalah tugas bagi para petani bawang merah, tapi kita sebaiknya mengetahui sedikit tentang cara budidaya bawang merah ini. Bawang merah ini sendiri merupakan tanaman hortikultura. Dan tentu saja, tanaman satu ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, soalnya tiap hari bawang merah pasti dibutuhkan oleh sebuah keluarga dalam menciptakan masakan. Dengan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, bawang merah sering mengalami fluktuasi harga.

Ya, kadang – kadang harga naik, dan kadang – kadang turun. Malah bisa diperparah lagi dengan melakukan impor terhadap bawang merah hal ini malah menjadikan harga bawang merah menjadi semakin jatuh bebas.

budidaya tanaman bawang merah

Lokasi Yang Tepat Untuk melakukan budidaya tanaman bawang merah

Sebelum kita melakukan budidaya bawang merah, kita harus men survey dulu tempat yang cocok untuk menjadi tempat budidaya tanaman hortikultura satu ini. Ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk budidaya bawang merah.

Pertama, Sebaiknya pilih lokasi yang berada di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 800 m diatas permukaan laut. Karena Bawang merah ini membutuh sinar matahari kira – kira 12 jam sehari. Untuk itulah dataran rendah merupakan tempat yang paling cocok untuk budidaya tanaman bawang merah.

Kedua, Suhu nya harus 27 – 32 derajat celcius. Maka dari itu, bawang merah membutuhkan 12 jam atau lebih dalam sehari harus terkena sinar matahari.

Ketiga, PH tanah tempat bercocok tanam bawang merah ini harus 6 – 7.

Keempat, Tempat yang paling cocok untuk menanam bawang merah ini adalah di area persawahan. Karena di persawahan mempunyai tekstur tanah yang gembur dan juga liat.

Kelima, Tanah nya harus mempunyai kelembaban berkisar antara 60 sampai 70.%. Sebenarnya tanah yang paling cocok digunakan untuk tempat budidaya tanaman bawang merah adalah tanah humus, Latosol, Dan alluvial.

Langkah – Langkah dalam melakukan budidaya bawang merah

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melakukan budidaya tanaman bawang merah. Memang tidak mudah dalam melakukan budidaya tanaman satu ini, tetapi jika anda sudah pernah melakukan budidaya bawang merah maka hal seperti ini hanyalah sesuatu yang mudah.

  1. Pengolahan Tanah

Pertama, Gemburkan tanah tempat budidaya dengan cara mencangkul ataupun menggunakan alat lain. Lalu diamkan selama seminggu, ini bertujuan agar racun – racun yang berada di tanah tersebut menghilang dibawa air maupun angin.

Kedua, Setelah proses pertama, maka anda harus membuat bedengan pada tanah tersebut, dengan spesifikasi lebar 1 meter dan tinggi 30 cm. Kalaupun untuk panjangnya sesuaikan dengan lebar tanah tersebut. Atau kita sebut saja sawah, karena kebanyakan petani bawang merah menggunakan sawah sebagai tempat untuk budidaya

Ketiga, Berikan jarak setengah meter antara bedengan satu dengan bedengan yang lain. Ini dimaksudkan untuk parit maupun jalan air hujan.

Keempat, Kemudian cangkul bedengan yang dibuat tadi sedalam kira kira 20 cm. Lalu tambahkan pupuk organik kedalam bedengan, ini dimaksudkan untuk mempersubur dalam pertumbuhan bawang merah dengan cara taburkan diatasnya dan di aduk aduk sampai sekiranya sudah rata.

Kelima, Diamkan bedengan yang sudah ditaburi pupuk organik itu selama seminggu sebelum mulai ditanami bibit bawang merah.

teknik budidaya tanaman bawang merah

  1. Pemilihan Bibit Bawang Merah

Pilihlah bibit bawang merah yang mempunyai kualitas yang baik, atau bisa sebut saja dengan bibit unggul. Untuk mendapatkan bibit unggul ini bisa kamu lakukan sendiri. Jika bibitnya berumur kurang dari 2 bulan maka potonglah bagian ujung daun sekiranya ½ cm. Ini dimaksudkan untuk membuat bibit menjadi lebih cepat dalam bertunas atau tumbuh daun yang baru.

  1. Penanaman Tanaman Bawang Merah

Sejatinya cara yang paling tepat dalam menanam bibit bawang merah adalah dengan membenamkan seluruh bibit kedalam tanah. Tapi ada dua kondisi dalam melakukan penanaman. Jika dalam musim kemarau, harus menanam bibit bawang merah dengan jarak 15 x 15 cm sedangkan pada musim penghujan harus dengan jarak 20 x 20 cm. Cara ini dimaksudkan untuk membuat pertumbuhan dari bawang merah menjadi lebih optimal.

  1. Penyiraman

Untuk awal menanam atau dalam usia kurang dari 10 hari, lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu pada pagi hari maupun sore hari. Jika berumur lebih dari 10 hari cukup sekali sehari melakukan penyiraman, bisa dilakukan pagi ataupun sore hari.

  1. Pemupukan Kembali

Ketika tanaman bawang merah ini menginjak umur 2 minggu maka lakukan pemupukan susulan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan unsure hara yang dibutuhkan oleh tanaman bawang merah ini.

  1. Pemanenan Bawang Merah

Kondisi yang diperlukan untuk melakukan pemanenan adalah jika umur dari tanaman bawang merah ini sudah mencapai 70 hari, ataupun bisa dilihat dari fisiknya yaitu 70% dari daunnya rebah ke tanah.

Kalau sudah dipanen, lalu biarkan atau jemur bawang merah selama 1 sampai 2 minggu untuk mendapatkan bawang merah yang mempunyai kadar air sekitar 80%. Biasanya per hektar dapat menghasilkan 5 sampai 12 ton bawang merah.

Mungkin sedikit ribet ya, tapi ini merupakan usaha yang sangat prospek, karena bawang merah sendiri adalah sesuatu yang dibutuhkan sehari hari oleh orang orang. Karena itulah, usaha budidaya bawang merah ini patut untuk dicoba.

Naili Azka
Sebenarnya cuma untuk mengisi waktu luang, soalnya saya sendiri suka menulis dan juga menyukai tanaman, jadinya saya mencoba untuk membuat blog hehe. semoga blog jenis tanaman dan berbagai tanaman ini bisa membantu yang lain. :)

Leave a reply "Teknik Dan Cara Budidaya Tanaman Bawang Merah"