Kiat Sukses Budidaya Tanaman Cabe Rawit Merah

No comment 685 views

Kiat Sukses Budidaya Tanaman Cabe Rawit Merah. Bentuknya Kecil dan rasanya Pedas.   Ya, itulah cae rawit atau cabe kathur. Cabe ini adalah termasuk danaman genus Capsicum. Tanaman cabe ini tumbuh subur di Indonesia, bahkan popular juga sebagai bumbu di berbagai negara di Asia Tenggara. Tapi tak banyak pembudidaya tanaman cabe kita temui sekarang ini.

Namun, kurangnya informasi mengenai budidaya tanaman cabe rawit ini membuat tanaman ini luput dari perhatian kita.  Padahal teknis budidaya tanaman cabe ini tak terlalu lebih rumit dibandingkan dengan cabe lainnya. harganya pun lebih bagus dari yang lainnya. ini dikarenakan cabe ini bisa dipanen lebih lama.

Tanaman ini paling cocok dikembangkan di daerah tropis  dan di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 0-500mdpl. Namun cabe ini juga bisa tumbuh baik di ketonggian 1000mdpl. Cabe rawit yang dibudidayakan di Indonesia sangatlah beragam. Ini dikarenakan budidaya tanaman cabe rawit merah lebih rendah resikonya dibandingkan cabe besar. Tanaman ini lebih tahan akan serangan hama. Berikut kiat-kiat budidaya tanaman cabe merah dari pemilihan benih hingga pemanenan.

 

kiat-sukses-budidaya-tanamn-cabe-rawit

 

Pemilihan benih Cabe rawit Merah

Pilih benih dengan sifat yang sesuai dengan kondisi lahan kita. Kita bisa menyeleksi benih cabe rawit sendiri dari hasil panen sebelumnya. Yaitu gunakan cabe hasil panen ke-4 hingga ke-6 karena buah cabe pada panen ini memiliki kondisi yang optimal.

Untuk mendapatkan bibit yang unggul, maka ada cara sederhana dan alami yang bisa ditempuh:

  1. Pemilihan bibit biji cabe rawit yang tua dan dijemur hingga kering dengan toleransi waktu tidak lebih dari 1 minggu proses penjemuran.
  2. Sortir biji cabe rawit, denagn cara rendam bibit cabe dan buah biji cabe yang mengambang. hal ini berfungsi pada proses pembentukan biji cabe rawit agar tumbuh subur dan berbuah banyak.
  3. Yang selanjutnya yaitu dilakukan proses dopping awal unutk merangsang pertumbuhan mbibit cabe.

 

Penyemaian benih cabe rawit

Sebelum dijadikan bibit, benih-benih tersebut harus disemaikan terlebih dahulu. Tempat penyemaian harus dinaungi dari terik matahari langsung, kucuran hujan deras dan terpaan angina.

Siapkan polybag berukuran 5 x 10 cm kemudian isi dengan media tanam sekitar ¾ bagian. Media tanam biasanya terdiri dari campuran arang, tanah, sekam dan kompos yang diaduk secara merata.

Rendam benih cabe rawit denagn air hangat selama 6 jam untuk merangsang pertumbuhannya kemudian masukkan benih kedalam polybag sedalam 0,5 cm dan tutup permukaannya dengan media tanam.

Lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari dengan cara tutup permukaan polybag denagn koran kemudian siram dengan air hingga airnya menetes kepermukaan polybag. Hal ini dimaksudkan agar tidak merusak media tanam.

Bibit ini bisa dipindahkan ke media lahan terbuka setelah berumur 1 hingga 1,5 bualn dan berdaun 4-6 helai.

 

Pengolahan tanah

Bersihkan lahan dari gulma terlebih dahulu, kemudian gali tanah sedalam 20-30 cm. setelah itu, buat bendengan dengan ketinggian sekitar 10-20 cm di musim kemarau dan 40-50 cm pada musim hujan. Lebar bendengan sekitar 1- 1,2 m dengan panjang tergantung dari ukuran lahan.

Jarak antar bendengan yaitu 40cm. kemudian buat lubang tanam dalam dua baris  yang berjarak sekitar 50-60cm, pembuatan  lubang dibuat secara zig-zag. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara. Pindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam, kemudian siram denagn air unutk menjaga kelembaban tanah.

Perawatan cabe rawit

Saat musim kemarau, penyiraman secara intens perlu dilakukan, karena jika tanaman cabe terlalu kering, maka cabe rawit bisa mati. Lakukan perendamana bendengan setiap dua minggu sekali.

Lakukan pemupukan setelah tanaman ebrumur 1 bulan. Dan lakukan pemupukan susulan setelah tanaman ini panen, pemupukan bisa menggunakan pupuk organic atau kompos.

Perawatan yang lain yaitu melakukan penyiangan, karena budidaya tanaman cabe rawit ini jarang menggunakan mulsa maka penyianagn harus dilakukan lebih intensif lagi agar ebndengan bersih dari gulma.

 

Pengendalian hama penyakit

Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan akan serangan hama. Namun belum bearti kebal akan hama sama sekali. Hama yang baisa menyerang tanaman ini yaitu aphid, lalat buah, kepik dan lain-lain.

Penyakit yang sering menyerang pada saat musim hujan terutama saat curah hujan sangat tinggi. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman ini antara lain kerdil, patek, keriting daun dan buah busuk.

 

Pemanenan cabe rawit

Cabe raeit dapat dipanen pada usia 70 hingga 75 hari setelah masa tanam. Penen selanjutnya bisa dilakukan selang 3-7 hari. Biasanya frekuensi masa panen berlangsung hingga 15-18 kali panen. Namun semakin tua umur tanaman ,maka jumlah produktivitasnya akan semakin menurun dehingga tidak ekonomis lagi untuk dipelihara. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan saat pagi hari. Caranya yaitu dengan memetic buah beserta tangkainya.

 

Naili Azka
Sebenarnya cuma untuk mengisi waktu luang, soalnya saya sendiri suka menulis dan juga menyukai tanaman, jadinya saya mencoba untuk membuat blog hehe. semoga blog jenis tanaman dan berbagai tanaman ini bisa membantu yang lain. :)

Leave a reply "Kiat Sukses Budidaya Tanaman Cabe Rawit Merah"